Selasa, 27 Maret 2012

Minimnya Lahan Penghijauan di Jakarta

 Minimnya Lahan Penghijauan di Jakarta


Kadang saya sering kali merindukan suasana yang tenang dan udara yang segar. Tapi apakah mungkin di Ibukota Jakarta yang tercinta ini bisa tercipta suasana seperti itu. Jika dilihat dari keadaannya sekarang ini, mungkin sangat sulit sekali menciptakan suasana seperti itu. Kita lihat saja sekarang ini di Jakarta sudah sangat jarang sekali penghijauannya. Taman-taman di kota Jakarta pun sudah sangat jarang. Hal tersebut terjadi karena semakin sedikitnya lahan untuk penghijauan. Semua itu juga dikarenakan semakin banyaknya lahan penghijauan yang dibangun menjadi gedung-gedung perkantoran, apartemen, mall, perumahan-perumahan elit, dll.

Sebagai pusat perekonomian di Indonesia, pemerintah harus menyediakan infrastruktur yang memadai untuk menunjang segala kegiatan ekonomi. Oleh karena itu pemerintah sedang gencar-gencarnya untuk mengurusi hal tersebut. Banyaknya gedung-gedung perkantoran, pembangunan apartemen dan hunian lain, serta pusat perbelanjaan menyebabkan semakin sempitnya lahan penghijauan. Pemerintah jelas lebih mementingkan apa yang dapat memberikan hasil perekonomian yang besar daripada masalah penghijauan.

Semakin sedikitnya lahan penghijauan berakibat semakin sedikit pula penyerapan gas karbondioksida dan karbon monoksida yang banyak dikeluarkan oleh asap-asap kendaraan. Sehingga makin banyak saja polusi udara yang tidak terkendalikan di Ibukota Jakarta ini. Pencemaran dan polusi ini yang masih menjadi permasalahan yang ada di kota ini. Jika mengurangi pemakaian kendaraan bermotor mungkin agak sulit, karena itu merupakan transportassi utama di kota Jakarta. Walaupun ada juga yang sudah menyadari dan mereka beralih pada penggunaan sepeda. Namun itupun masih sangat minim sekali peminatnya.

Pada suatu ketika saya sedang berjalan-jalan, ternyata saya melihat sudah lumayan banyak lahan yang dijadikan taman. Hal tersebut menunjukan bahwa ternyata masih ada orang yang peduli terhadap kondisi kota Jakarta yang banyak tercemar polusi udara. Yang saya lihat itu adalah bukan taman milik pemerintah kota namun tanah milik orang lain yang mungkin sengaja dibangun oleh orang tersebut untuk dijadikan taman yang dapat dinikmati oleh semua orang dan berguna juga untuk menekan pencemaran udara.

Kemudian saya juga pernah berjalan-jalan ke kota Surabaya. Sedikit membandingkan saja, disana saya temui banyak sekali taman-taman kota yang sangat terawat, sehingga banyak sekali warga disana yang memanfaatkan taman tersebut untuk bersantai atau berelaksasi. Taman-taman yang tertata sangat rapi dan indah memberikan nilai tambah kepada kota tersebut. Walaupun kita tau bahwa Surabaya merupakan kota besar setelah Jakarta, namun kota tersebut masih bisa  memberikan banyak lahan untuk penghijauan Sayapun berharap kota Jakarta juga bisa menciptakan lebih banyak lagi taman-taman untuk lahan penghijauan sehingga bisa menekan tingkat pencemaran udara yang sebenarnya sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Mudah-mudahan sekian tahun kedepan kita sudah bisa melihat kota Jakarta yang hijau yang mungkin nantinya akan dinikmati oleh generasi penerus kita agar tercipta jiwa dan raga yang sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar