Minggu, 26 Mei 2013

TOEFL

TOEFL SKILL 1 s.d. SKILL 5
Skill 1: Pastikan kalimat itu mempunyai sebuah subjek dan kata kerja (Verb)
Sebuah kalimat dalam bahasa inggris harus mempunyai minimal sebuah subjek dan kata kerja (Verb). Hal yang paling sering muncul di tes TOEFL bagian structure/grammar yaitu masalah subjek dan kata kerja: Bisa saja dalam sebuah kalimat kata kerjanya dihilangkan atau mungkin subjeknya, atau mungkin juga ke duanya, atau justru mempunyai subjek dan kata kerja yang berlebih.
Contoh 1:
________ was backed up for miles on the freeway.
a) Yesterday
b) In the morning
c) Traffic
d) Cars
Dari contoh di atas, terdapat sebuah kata kerja (was), tapi tidak terdapat subjek. Maka jawaban yang paling tepat yaitu c) Traffic. Jawaban a), dan b) tidak termasuk dalam kategori subjek. Ingat!!! Kata keterangan waktu seperti yesterday, in the morning dll tidak boleh menjadi subjek. Sementara jawaban d) juga salah karena cars berbentuk jamak sehingga tidak sesuai dengan kata kerja was (tunggal).

Contoh 2:
Engineers _____ for work on the new space program.
a) necessary
b) are needed
c) hopefully
d) next month

Kalimat di atas sudah mempunyai subjek (enggineer), hanya saja tidak mempunyai kata kerja. Olehnya yang dibutuhkan untuk mengisi jawabannya yaitu sebuah kata kerja. Dari ke empat jawaban yang tersedia hanya satu yang berbentuk kata kerja yaitu jawaban b) are needed.  Jadi jelaslah bahwa jawabannya adalah b. Necessary (kata sifat), hopefully (kata keterangan/adverb), next month (kata keterangan/adverb). 

Skill 2: Perhatikan objek dari prepositions (kata depan)
Objek (apa yang datang setelah) preposition (kata depan) harus berbentuk kata benda ataupun pronoun (kata ganti). Contoh dari preposition yaitu in, at, of, to, by, on, behind, dan lain-lain. Silahkan lihat kamus untuk mengetahui bentuk preposition.
Contoh:
After his exams Tom will take a trip by boat.

Pada kalimat di atas terdapat dua preposition: after dan by. Kata exam (kata benda) merupakan objek dari preposition after, dan boat merupakan objek dari preposition by.

Objek dari preposition dapat membuat kebingungan di tes TOEFL bagian structure/grammar. INGAT! Objek dari preposition bukanlah subjek dari kalimat.

Contoh:
With his friends _____ found the movie theater.
a) has
b) he
c) later
d) when

Ingat pelajaran pada skill 1 hal yang pertama di perhatikan dalam hal soal structure TOEFL yaitu mencari subjek dan kata kerja (verb). Pada kalimat di atas terdapat kata kerja (found). Sementara subjek tidak terdapat. Olehnya yang kita perlukan dalam pilihan jawaban yaitu subjek. Kata friend dalam kalimat di atas bukanlah subjek dari kalimat karena friend adalah objek dari preposition with. Dari ke empat pilihan di atas hanya pilihan b) he yang bisa dijadikan sebagai subjek. Olehnya jawaban dari kalimat di atas yaitu b) he. Has (verb), later (adverb), dan when (conjunction). 

Contoh lain:
  • The interviews by radio broadcaster were carried live by the station.
  • At the neighborhood flower shop, flowers in quantities of a dozen or a half dozen can be delivered for free.
  • The progressive reading methods at this school are given credit for the improved test scores.
Kata yang di blok yaitu subjek dan kata kerja (verb). Yang di miringkan dan di garis bawahi merupakan preposition dan objeknya.

Skill 3: Perhatikan penggunaan dan posisi Appositive
Appositive dapat menjadi pengecoh dalam mengetahui subjek pada sebuah kalimat dalam tes TOEFL bagian structure. Appositive merupakan sebuah kata benda yang datang setelah kata benda lainnya yang mempunyai arti sama.
Contoh :
Sally, the best student in the class, got an A on the exam.

Pada contoh di atas Sally merupakan subjek dari kalimat dan the best student in the class dapat dikenali dengan mudah sebagai appositive karena terdapat koma yang memisahkan. The best student in the class itu merupakan Sally juga, jadi ke duanya sama saja.

Contoh 1 (yang dapat mengecoh dalam tes TOEFL)
_____, George, is attending the lecture.
a) Right now
b) Happily
c) Because of the time
d) My friend

Penggunaan koma di atas memberitahu kita bahwa George bukanlah merupakan subjek dari kalimat. George merupakan appositive. Olehnya jawaban yang kita butuhkan yaitu sebuah subjek untuk melengkapi kalimat di atas. Right now (adverb), happily (adverb), dan because of the time (adverb) tidaklah bisa menjadi subjek. Jadi jawaban yang paling tepat yaitu bagian d) My friend.

Contoh 2 
_____, Sarah rarely misses her basketball shots.
a) An excellent basketball player
b) An excellent basket player is
c) Sarah is an excellent basket player
d) Her excellent basket player

Pada kata Sarah tidak terdapat koma setelahnya. Ini menandakan bahwa Sarah merupakan subjek dari kalimat. Kalimat ini juga menjadi contoh bahwa posisi appositive tidak selalu terletak setelah subjek kalimat. Jadi yang kita butuhkan dalam kalimat diatas yaitu sebuah appositive yang sama dengan Sarah. Pada jawaban b) dan c) terdapat kata keja is sehingga bukanlah bentuk appositive. Pada jawaban d) merupakan bentuk appositive hanya saja play (permainan) bukanlah appositive untuk Sarah (player). Jadi jawaban yang benar yaitu a) An excellent basketball player.

Contoh soal:
  1. The son of the previous owner, the new owner is undertaking some fairly broad changes in management policy.
  2. Last semester, a friend, graduated cum laude from the university.
  3. Valentine's Day, February 14, is a special holiday for sweethearts.
  4. At long last, the chief executive officer, has dicided to step down.
  5. Tonight's supper, leftovers from last night, did not taste any better tonight than last night.
  6. The only entrance to the closet, the door was kept locked at all times.
  7. In the cold of winter, a wall heating unit, would not turn on.
  8. The new tile pattern, yellow flowers on a white background, really brightens up the room.
  9. The high-powered computer the most powerful machine of its type, was finally readied for use.
  10. A longtime friend and confident, the psycologist was often invited over for Sunday dinner.
            Ket:
Yang diblok merupakan subjek.
Yang diblok dan digaris bawahi merupakan verb (kata kerja).
Yang dimiringkan merupakan appositive.

·         Pada kalimat 1, 3, 5, 6, 8, dan 10 merupakan bentuk kalimat yang benar (sudah terdapat subjek dan verb) beserta penempatan appositive dari subjeknya telah benar.
·         Pada kalimat 2, 4, 7 tidak terdapat subjek  sehingga dibutuhkan subjek untuk membenarkan kalimat tersebut.
·         Sementara kalimat 9 terdapat subjek, verb, dan appositive. Hanya saja tidak terdapat koma setelah subjeknya (computer). 

Skill 4: Perhatikan penggunaan dan posisi Present Participle
Present participle yaitu Verb + ing: talking, playing, watching,dll. Bentuk present participle dapat menjadi pengecoh dalam soal tes Structure TOEFL. Present participle bisa saja menjadi adjective (kata sifat) yang umunya menjelaskan subjek layaknya Appositive atau menjadi bagian dari kata keja (verb) ketika di dahului oleh be (am, is, are, was, were).
  1. The man is talking to his friend.
  2. The man talking to his  friend has a beard.
Pada kalimat pertama bentuk present participle talking merupakan bagian dari kata kerja karena di dahului oleh be (is). Sementara no. 2 present participle talking merupakan sebuah adjective (menjelaskan mengenai laki-laki itu) dan bukan sebagai bagian dari kata kerja karena tidak di dahului oleh be seperti kalimat pertama. Kata kerja dari kalimat ke dua yaitu has (the man has a beard).
Contoh kalimat di bawah ini menggambarkan bagaimana present participle dapat menjadi pengecoh dalam test Structure TOEFL.
Contoh
The child _____ playing in the yard is my son.
a) now
b) is
c) he
d) was
Pada kalimat di atas kita bisa melihat bahwa kalimat tersebut sudah mempunyai subjek (the child) dan verb (is). Jadi kata present participle playing merupakan sebuah adjective sehingga tidak butuh be sebelumnya. Olehnya jawaban b) is dan d) was tidak dibutuhkan oleh kalimat di atas (jawaban salah). Kalimat di atas sudah sempurna karena sudah mempunyai subjek dan verb sehingga tidak butuh lagi kata kerja (is/was) atau subjek (he) sehingga c) he juga salah. Jadi jawaban paling tepat yaitu a) now (adverb).

Contoh soal:
  1. The companies offering the lowest prices will have the most customers.
  2. Those travelers are completing their trip on Delta should report to Gate Three.
  3. The artisans were demonstrating various handicrafts at booths throughout the fair.
  4. The fraternities are giving the wildest parties attract the most new pledges.
  5. The first team winning four games is awarded the championship.
  6. The speaker was trying to make his point was often interrupted vociferously.
  7. The fruits were rotting because of the moisture in the crates carrying them to market.
  8. Any students desiring official transcripts should complete the appropriate form.
  9. The advertisements were announcing the half-day sale received a lot of attention.
  10. The spices flavoring the meal were quite distinctive.
            Ket:
Yang diblok merupakan subjek.
Yang diblok dan digaris bawahi merupakan verb (kata kerja).
Yang dimiringkan merupakan (seharusnya) present participle.

·         Pada kalimat 1, 3, 5, 7, 8, dan 10 merupakan bentuk kalimat yang benar (sudah terdapat subjek dan verb) beserta penggunaan  present participle telah benar.
·         Pada kalimat 2, 4, 6, 9 merupkan bentuk kalimat salah karena mempunyai double verb. Seharusnya
  1. The companies offering the lowest prices will have the most customers.
  2. Those travelers are completing their trip on Delta should report to Gate Three.
  3. The artisans were demonstrating various handicrafts at booths throughout the fair.
  4. The fraternities are giving the wildest parties attract the most new pledges.
  5. The first team winning four games is awarded the championship.
  6. The speaker was trying to make his point was often interrupted vociferously.
  7. The fruits were rotting because of the moisture in the crates carrying them to market.
  8. Any students desiring official transcripts should complete the appropriate form.
  9. The advertisements were announcing the half-day sale received a lot of attention.
  10. The spices flavoring the meal were quite distinctive.
Skill 5: Perhatikan penggunaan dan posisi Past Participle
Past participle yaitu Verb III: purchased, written, taught,dll. Bentuk present participle dapat menjadi pengecoh dalam soal tes Structure TOEFL. Past participle bisa saja menjadi adjective (kata sifat) yang umunya menjelaskan subjek layaknya Appositive atau menjadi bagian dari kata keja (verb) ketika di dahului oleh be (am, is, are, was, were) dan have (have, has, had)
  • The family has purchased a television.
  • The poem was written by Paul.
Pada kalimat pertama bentuk past participle 'purchased' merupakan bagian dari kata kerja karena di dahului oleh have (has). Sementara no. 2 past participle 'written' juga merupakan bagian dari kata kerja karena di dahului oleh be (was).
  • The television purchased yesterday was expensive.
  • The poem written by Paul appeared in the magazine.
Kedua bentuk past participle di atas (purchased dan written) tidak diikuti oleh be atau pun have maka ke duanya merupakan bentuk adjective yang menjelaskan masing-masing subjek dari kalimat (television dan poem). 
Contoh kalimat di bawah ini menggambarkan bagaimana past participle dapat menjadi pengecoh dalam test Structure TOEFL
Contoh
The packages _____ mailed at the post office will arrive Monday.
a) have
b) were
c) them
d) just
Jika di lihat sekilas atau hanya awal kalimatnya saja bisa-bisa kita terkecoh dengan menganggap mailed  itu sebagai verb dari kalimat padahal kalau kita lihat kalimatnya selengkapnya maka kita lihat ada verb di sana yaitu will arrive. Jadi dapat kita ketahui bahwa mailed itu bukanlah bagian dari verb melainkan sebagai adjective. Olehnya jawaban a) havedan d) were tidak dibutuhkan oleh mailed -yang berfungsi sebagai adjective. Jawaban c) them (objek tidaklah dibutuhkan. Jadi jawaban paling tepat yaitu d) just (adverb).

Contoh soal:
  1. The money was offered by the client was not accepted.      
  2. The car listed in the advertisement had already stalled.      
  3. The chapters were taught by the professor this morning will be on next week’s exam.      
  4. The loaves of bread were baked in a brick oven at a low temperature for many hours.       
  5. The ports were reached by the sailors were under the control of a foreign nation.            
  6. Those suspected in the string of robberies were arrested by police.            
  7. The pizza is served in this restaurant is the tastiest in the country.   
  8. The courses are listed on the second page of the brochure have several prerequisites.        
  9. All the tenants were invited to the Independence Day barbecue at the apartment             complex.          
  10. Any bills paid by the first of the month will be credited to your account by the next day.
Ket:
Yang diblok merupakan subjek.
Yang diblok dan digaris bawahi merupakan verb (kata kerja).
Yang dimiringkan merupakan (seharusnya) past participle.

·         Pada kalimat 2, 4, 6, 9, dan 10 merupakan bentuk kalimat yang benar (sudah terdapat subjek dan verb) beserta penggunaan  past participle telah benar.
·         Pada kalimat 1, 3, 5, 7, 8 merupkan bentuk kalimat salah karena mempunyai double verb.
Seharusnya
  1. The money was offered by the client was not accepted.      
  2. The car listed in the advertisement had already stalled.      
  3. The chapters were taught by the professor this morning will be on next week’s exam.      
  4. The loaves of bread were baked in a brick oven at a low temperature for many hours.       
  5. The ports were reached by the sailors were under the control of a foreign nation.            
  6. Those suspected in the string of robberies were arrested by police.            
  7. The pizza is served in this restaurant is the tastiest in the country.   
  8. The courses are listed on the second page of the brochure have several prerequisites.        
  9. All the tenants were invited to the Independence Day barbecue at the apartment complex.          
  10. Any bills paid by the first of the month will be credited to your account by the next day.




Kamis, 03 Januari 2013

Resensi Novel “Supernova : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh”



Judul      : Supernova; Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
Penulis           : Dewi “Dee” Lestari Mangunsong
Penerbit         : Truedee Books
Terbit Tahun  : 2001 pada Cetakan V
Tebal Buku     : 231 halaman
Panjang buku  : 21 cm
Lebar buku     : 13,5 cm
Resensi
Buku  dengan tebal 231 halaman ini memang sangat menarik untuk dibaca oleh orang yang menggemari sains, karena buku ini memang didominasi oleh bahasa sains yang mudah dimengerti bagi penyuka sains. Tapi buku ini juga saya rasa sangat menarik bagi orang yang awam terhadap sains yang ingin menikmati karya sastra yang dinominasikan sebagai Indonesia’s Best Fiction Award 2000-2001 (Novel Fiksi Indonesia Terbaik 2000-2001) ini. Orang yang awam terhadap sains juga bisa menikmati novel ini karena di setiap halaman yang dihiasi istilah sains yang sulit, selalu dilengkapi oleh footnote (catatan kaki). Jadi untuk para penikmat novel jangan takut untuk mulai membaca karya sastra sains fiksi karena disitulah faktor menarik dan menantangnya.
Kendala yang mungkin dirasakan oleh para pembaca awam sains adalah banyaknya istilah-istilah sains yang sulit dimengerti dan yang memakan tempat karena penjelasan dari footnote-nya yang cukup panjang tersebut. Namun novel ini dinominasikan sebagai Novel Fiksi Indonesia Terbaik sebab memiliki keunikan bukan hanya karena bisa memasukan unsur sains yang sangat kental tapi juga dapat memadukan unsur keromantisan yang juga mewarnai novel ini dengan sangat baik. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa puisi puitis yang dapat disampaikan dengan apik melalui bahasa sains.
Penokohan yang dilakukan Dewi “Dee” Lestari pun kuat untuk sebuah novel fiksi. Sifat dari karakter-nya pun dapat terasa dengan jelas. Alur ceritanya pun tidak berbelit-belit dan tidak berbasa-basi sehingga pembaca pun disuguhi cerita yang jelas tujuan dan maksudnya.
Dikisahkan oleh Dee (Pangglan akrab bagi Dewi Lestari) ada dua pria yang mengalami penyimpangan perilaku seksual, mereka gay (homo) yang sudah menjalani kehidupan menyimpang mereka selama 10 tahun, Dhimas dan Ruben namanya. Mereka mengikat janji bahwa di tahun kesepuluh hubungan mereka. Mereka akan membuat roman sains yang romantis sekaligus puitis . Dikisahkan, Ruben termasuk geng anak beasiswa-orang-orang sinis, kuper-yang cuma cocok bersosialisasi dengan buku. Sementara Dhimas termasuk geng anak orang kaya, kalangan mahasiswa Indonesia berlebih harta .
Mereka menulis bahwa ada seorang pria yang dapat dikatakan sempurna;tampan, mapan, produktif, menarik, dan berjabatan tinggi. Tokoh tersebut bernama Ferre, dia begitu menarik sehingga diidolakan oleh kaum hawa. Tersebutlah seorang wartawati dari sebuah tabloid wanita bersuamikan Arwin mencoba mewawancarai Ferre. Rana nama wanita itu, entah karena pribadi keduanya yang sama-sama menarik keduanya pun saling tertarik dan menjalani hubungan terlarang antar seorang lajang dan seorang wanita bersuami atau biasa disebut selingkuh. Arwin, suami Rana, sama sekali tidak menaruh curiga pada sang istri, ia terlalu cinta pada Rana. Wanita bersuami yang mengalami ketidakpuasan dalam berrumah tangga ini pun mencoba mencari kepuasan lain dari Ferre dan diceritakan hubungan mereka begitu mesra.
Suatu waktu Rana dihadapkan pada kenyataan bahwa Ia harus memilih antara Ferre, pria yang menjanjikan kepuasan namun tidak memberikan rasa aman saat bersamanya atau Arwin, pria mapan yang membosankan namun dapat memberikan rasa aman saat bersama Rana. Saat Rana merasa yakin akan Ferre, ternyata Arwin datang dengan sebongkah harapan bahwa ia akan membahagiakan Rana kelak. Rana pun goyah dan memutuskan hubungannya dengan Ferre .
Ferre yang memang sedang dimabuk cinta Rana sedih setengah mati karena harapan yang sudah Ia bangun malah dilanda badai yang tak Ia duga akan Rana datangkan, sempat ia berfikir untuk bunuh diri. Namun seakan-akan ada seorang wanita, Diva, seorang wanita yang akan menyelamatkan Ferre dari keputusasaannya tentang hidup.
Diva dikatakan sebagai seorang wanita berwawasan sangat luas, cantik, kaya, mapan dan berpikiran maju. Ia memang seorang pelacur kelas kakap yang hanya menerima bayaran besar dalam bentuk dolar , dan tanpa seorang mucikari oleh karena itu ia ingin dikenal sebagai seorang wiraswasta (enterpreuneur) sejati. Pelanggannya pun hanya orang-orang berkantong tebal.
Diva ternyata adalah tetangga seberang rumah Ferre, setiap malam sebelum mereka tidur dari jendela masing-masing mereka mengucapkan selamat tidur dan sepercik kekaguman terhadap pribadi masing-masing.
Ferre pun berteman dekat dengan Diva dan berangsur-angsur pulih dari pengalaman pahitnya. Tokoh lain yang juga mewarnai cerita ini adalah Supernova, seorang cyber avatar (semacam penyelamat/pertapa yang hidup di dunia maya) yang berpikiran luas terhadap dunia dan menjadi tempat curhat (curahan hati) tokoh lain di novel ini. Selain Supernova pun ada seorang pria yang menjadi pangagum juga yang dikagumi oleh Diva, Gio satu-satunya pria yang dibolehkan Diva untuk mengecup bibirnya. Seorang pecinta alam yang sudah menjelajahi hampir seluruh permukaan bumi.
Cerita ini memang dapat dipandang sebagai cerita yang unik. Karena ada sisi-sisi yang masyarakat kita anggap masih tabu untuk dibicarakan malah diungkapkan dan diceritakan dengan cara yang unik pula oleh Dee. Mungkin karena itu pula Dee memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh penulis lain dimata para pakar karya satra. Karena para pakar memandang Supernova sebagai karya sastra yang layak untuk diperbincangkan dan tentunya dinikmati karena mengandung unsur sastra yang menarik untuk dibicarakan.
Selain Supernova saya juga telah membaca satu novel lain yang juga mengangkat sisi kehidupan masyarakat kita yang masih dianggap tabu. Novel itu berjudul The (Un)reality Show yang ditulis oleh Clara Ng dengan tebal 360 halaman yang terbit pada Maret 2005 pada cetakan pertama dengan panjang 20 cm dan lebar 13,5 cm yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama .
Sebuah novel yang bercerita tentang sebuah TV swasta yang ingin mengadakan sebuah format acara yang lain dari TV-TV swasta saingan mereka. Maka terlahirlah sebuah ide yang cukup orisinil, acara ini melibatkan empat wanita dan empat pria yang terpilih secara acak dan langsung dikirimi kontrak eksklusif yang isinya mereka harus tinggal dalam 1 rumah besar yang dipenuhi kamera di setiap sudutnya kecuali kamar tidur dan kamar mandi dan  terisolasi dalam 7 minggu. Disana mereka dijamin dengan fasilitas yang cukup memadai, pekerjaan mereka dijamin tetap tersedia atau akan dicarikan oleh Top TV (TPTV) jika masa 7 minggu itu berakhir, karena itu mereka tidak akan jadi pengangguran, digaji cukup besar, jika memiliki tanggungan akan ditanggung oleh TPTV selama mereka terisolasi dalam rumah tersebut.
Rumah itu memang megah dgn fasilitas cukup lengkap; ada taman, kolam renang, telefon, ruang tengah dengan tv, dapur dengan kulkas yang selalu penuh dengan bahan makanan laksana supermarket. Tapi sangat disayangkan dengan 8 kamar yang disediakan untuk kedelapan orang tersebut hanya dilengkapi dengan 2 kamar mandi utama.
Cerita pun bergulir, satu persatu para pemain atau pengisi acara yang dinamakan The (Un)reality Show ini berdatangan. Mereka ternyata memang orang-orang awam yang bangga melihat dirinya diliput kamera dan disiarkan langsung ke pelosok Indonesia 24 jam tanpa iklan, juga sekaligus merasa risih karena sedikit malu menghinggapi mereka.
Karakter tokoh dinovel ini digambarkan cukup menarik dengan adanya karakter-karakter unik yang muncul begitu saja yang jarang ditemukan di novel lain. Beragam karakter –dari empat lelaki dan empat perempuan- yang ada dalam satu rumah, memancing keingintahuan: apa yang bakal terjadi antara lelaki yang mengaku homoseksual (Feivel), perempuan yang diprediksi lesbian (Wendy), dara di bawah sepuluh tahun yang dengan lancar bicara soal orgasme (Azuza), perempuan peramal (Tara) , pria yang tampan setengah mati yang dipuja-puja wanita (Primus),  pria mesum pemarah (Jodi), mantan napi pendiam (Richard) dan wanita tionghoa lemah lembut (Meiying)  adalah delapan orang beruntung yang akan menjadi tokoh utama acara tersebut. Selain harus terisolasi (tidak dapat bertemu orang lain) mereka pun mendapatkan tantangan setiap minggunya yang juga dilengkapi dengan tugas mingguan yang harus dikerjakan berdua dengan pasangannya.
Ternyata setelah saya membaca kedua novel tersebut saya mendapati novel Supernova;Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh dan The (Un)reality Show  memiliki kesamaan dan juga perbedaan. Persamaan keduanya adalah sama-sama mengangkat karakter atau tokoh yang masih dipertentangkan keberadaannya di lingkungan masyarakat kita yaitu pasangan sejenis atau homo dan lesbian. Diceritakan pula kedua pasang homo di dua novel ini (Ruben dan Dhimas di Supernova;Feivel dan Enrico di The (Un)reality Show) begitu mesra dan saling cinta padahal dilihat dari sudut  pandang budaya kita dan juga dari agama itu adalah penentangan dari semua aturan yang ada bahkan negara kita tidak mengakui pasangan sejenis. Perbedaan kedua novel ini dapat dilihat dari segi penulisannya dan juga diksinya bahwa  pengarang The (Un)reality Show, Clara Ng menggulirkan ceritanya bak skrip-skenario sedangkan Dee menulis Supernova dengan cara yang mengacu pada penulisan novel pada umumnya. Pada pemilihan kata atau diksi, Supernova mnengungkapkan jalan ceritanya yang cukup rumit tapi betujuan itu dengan memadukan istilah sains yang penjelasannya cukup memakan tempat, dengan kata-kata para pujangga yang serasi dan memberikan variasi bagi para penikmat buku yang ingin mencoba gayapenulisan dan penceritaan baru dalam dunia Lingkar Pena di Indonesia. Sedangkan The (Un)reality Show  memadukan diksi yang sederhana dengan mimik dari cerita yang cukup menggelitik dan konyol yang membuat rasa penasaran disetiap kata diakhir setiap halamannya , sayangnya novel ini mengandung unsur SARA dan kekerasan yang membuat para penikmat novel di bawah umur harus berkecil hati bila ingin membacanya karena novel in di-rating Restricted (Terlarang)
Bila Supernova dibaca dapat menimbulkan sebuah tantangan untuk menikmati isi cerita dari awal hingga akhir yang diselipi bebagai istilah sains yang sulit namun puitis, The (Un)reality Show malah menyuguhkan cerita unik, asyik dan kocak yang mengena dikala kita mulai membacanya.
Supardi Djoko Damono mengomentari Supernova; Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh bahwa novel ini, terutama penyusunan dialog dan komposisinya merupakan perwujudan dari kebudayaan kita yang sekarang diguncang oleh tidak adanya makna yang bisa dijadikan pegangan. Sangat Menarik. Begitulah komentar dari seorang pakar dan sekaligus penikmat Supernova yang satu ini.
Namun disamping hal-hal yang telah saya uraikan menurut sudut pandang saya pribadi, novel ini juga memiliki kekurangan, mungkin karena bukunya yang cukup tebal para pembaca atau orang yang tertarik untuk membacanya jadi sedikit merasa enggan karena tidak memiliki banyak waktu.
Bila Supernova episode ini dibandingkan dengan novel-novel yang kini beredar, novel lain seakan-akan tidak mendapat tempat dimata para pakar karena menurut saya pribadi novel-novel yang kini ramai memang tidak mengandung unsur sastra yang cukup menarik bagi para pakar. Novel yang banyak mendominasi pasar sekarang ini adalah seri Teenlit atau semacam seri novel-novel yang bercerita tentang percintaan remaja yang bersifat santai dan menarik dimata pembaca remaja yang ingin disuguhkan dengan materi yang  santai dan mudah dicerna.





referensi : http://tintaungunews.wordpress.com/2010/09/25/resensi-novel-supernova-ksatria-puteri-dan-bintang-jatuh/